Tugas dan Fungsi

TUGAS DAN FUNGSI BIRO ORGANISASI 

Berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 33 Tahun 2021 Tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Biro Organisasi Setdaprovsu mempunyai Tugas dan Fungsi sebagai berikut:

Tugas Biro Organisasi

Biro Organisasi mempunyai tugas perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, evaluasi dan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja serta fasilitasi kelembagaan perangkat daerah Kabupaten/Kota, yang dipimpin oleh seorang Kepala Biro yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah melalui Asisten Administrasi Umum.

Fungsi Biro Organisasi

Biro Organisasi menyelenggarakan fungsi :

  1. Pengumpulan bahan perumusan kebijakan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja provinsi serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota;
  2. Pengolahan dan penyajian bahan perumusan kebijakan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja Provinsi serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota;
  3. Perumusan kebijakan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota;
  4. Pelaksanaan pembinaan kebijakan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota;
  5. Pelaksanaan monitoring, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota;
  6. Pemberian rekomendasi pelaksanaan penataan kelembagaan, analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, ketatalaksanaan, pelayanan publik, reformasi birokrasi, akuntabilitas dan budaya kerja Provinsi serta fasilitasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota sesuai hasil pembinaan, monitoring, pemantauan dan evaluasi;
  7. Penyelenggaraan administrasi Biro Organisasi;
  8. Pengelolaan kepegawaian Biro Organisasi;
  9. Pengelolaan keuangan Biro Organisasi;
  10. Pengelolaan barang/aset Biro Organisasi; dan
  11. Penyusunan dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Organisasi.